Just another free Blogger theme

Senin, 21 September 2026

PEMBIASAAN KEGIATAN POSITIF SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN SEDAN1JO

CERDAS DI SD NEGERI 1 DONOROJO



Oleh :

Yeni Dwi Absani

Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar STKIP PGRI Pacitan


Abstrak
Pendidikan di sekolah dasar tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik siswa, tetapi juga pada pembentukan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Program Sedan1jo Cerdas menjadi salah satu gagasan yang dapat mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang mampu mengembangkan potensi siswa secara menyeluruh. Artikel ini bertujuan untuk menyampaikan pandangan mengenai pentingnya pembiasaan kegiatan positif dalam mendukung terwujudnya Sedan1jo Cerdas di sekolah dasar. Penulisan artikel didasarkan pada pengalaman selama melaksanakan kegiatan magang kependidikan di SD Negeri 1 Donorojo. Selama kegiatan magang, terdapat berbagai pembiasaan yang dilakukan sebelum pembelajaran, seperti berdoa bersama, membaca Asmaul Husna, beristigfar, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pembentukan karakter dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara rutin. Menurut penulis, sekolah yang cerdas bukan hanya sekolah yang menghasilkan siswa dengan nilai akademik yang baik, tetapi juga siswa yang memiliki sikap disiplin, bertanggung jawab, percaya diri, dan mampu menghargai orang lain. Oleh karena itu, pembiasaan positif perlu dilakukan secara konsisten dengan dukungan dari guru, siswa, mahasiswa, dan seluruh warga sekolah. 

Kata kunci: Sedan1jo Cerdas, pembiasaan, karakter, sekolah dasar

Abstract 
Elementary school education focuses not only on students’ academic abilities but also on character building, discipline, responsibility, and positive habits in daily life. The Sedan1jo Cerdas program is one initiative that can foster an educational environment capable of developing students’ potential holistically. This article aims to present perspectives on the importance of establishing positive routines to support the implementation of the Sedan1jo Cerdas program in elementary schools. The article is based on the author’s experience during an educational internship at SD Negeri 1 Donorojo. During the internship, various routines were conducted before lessons began, such as praying together, reciting the Asmaul Husna, seeking forgiveness (istigfar), and singing the national anthem, “Indonesia Raya.” These activities demonstrate that character building can be achieved through simple habits practiced routinely. According to the author, a “smart” school is not merely one that produces students with good academic grades, but also students who exhibit discipline, responsibility, self-confidence, and the ability to respect
others. Therefore, positive habits must be cultivated consistently with the support of teachers, students, college students, and the entire school community. 

Keywords: Sedan1jo Cerdas, habit formation, character, elementary school  

PENDAHULUAN
    Pendidikan merupakan salah satu bagian penting dalam membentuk generasi yang mampu menghadapi perkembangan zaman. Sekolah dasar menjadi salah satu tempat awal bagi anak untuk memperoleh pengetahuan sekaligus belajar mengenai sikap dan kebiasaan yang baik. Pada tahap ini, siswa tidak hanya membutuhkan pembelajaran yang berkaitan dengan membaca, menulis, berhitung, dan berbagai mata pelajaran, tetapi juga membutuhkan pembiasaan yang dapat membentuk karakter mereka.  
        Menurut saya, sekolah yang cerdas bukan hanya dilihat dari prestasi akademik siswanya. Siswa yang cerdas juga perlu memiliki sikap disiplin, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, menghormati guru dan teman, serta memiliki kebiasaan yang baik. Oleh karena itu, kegiatan sederhana yang dilakukan secara rutin di sekolah sebenarnya memiliki peran yang cukup besar dalam membentuk karakter siswa.  
        Hal tersebut dapat dilihat dari kegiatan pembiasaan yang dilakukan di SD Negeri 1 Donorojo. Berdasarkan pengalaman selama melaksanakan kegiatan magang kependidikan, kegiatan di sekolah tidak hanya berisi proses pembelajaran di dalam kelas. Sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, siswa dan guru melaksanakan beberapa kegiatan pembiasaan bersama. Kegiatan tersebut dilakukan di lingkungan sekolah dan melibatkan siswa maupun guru. 
        Salah satu kegiatan yang menarik perhatian saya adalah pembiasaan pagi. Dalam kegiatan tersebut siswa melaksanakan sholat dhuha berjamaah, membaca surat-surat pendek, senam bersama, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya memberikan pengalaman yang berbeda bagi siswa. Kegiatan tersebut terlihat sederhana, tetapi apabila dilakukan secara rutin dapat memberikan pengalaman kepada siswa untuk membangun kebiasaan disiplin, religius, dan memiliki rasa cinta terhadap bangsa. 
    Selain pembiasaan pagi, selama kegiatan magang saya juga memperoleh kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan siswa melalui kegiatan pendampingan. Pengalaman tersebut memberikan gambaran bahwa setiap siswa memiliki karakter dan kemampuan yang berbeda. Ada siswa yang mudah mengikuti arahan, ada pula yang membutuhkan pendampingan lebih banyak. Kondisi tersebut menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk belajar memahami karakter siswa sekolah dasar.
        Menurut saya, hal inilah yang dapat menjadi salah satu bagian dari upaya mewujudkan Sedan1jo Cerdas. Kecerdasan siswa sebaiknya dibangun melalui berbagai kegiatan yang tidak hanya menekankan hasil belajar, tetapi juga membentuk kebiasaan baik. Sekolah dapat menjadi tempat bagi siswa untuk belajar menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar. 

METODE 
        Artikel ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan berdasarkan pengalaman dan hasil pengamatan selama melaksanakan kegiatan magang kependidikan di SD Negeri 1 Donorojo. Pengamatan dilakukan terhadap berbagai kegiatan sekolah, terutama kegiatan pembiasaan yang dilaksanakan sebelum pembelajaran serta interaksi mahasiswa dengan siswa selama kegiatan magang.
        Data dalam penulisan diperoleh melalui pengamatan langsung terhadap kegiatan sekolah dan pengalaman selama mendampingi siswa. Hasil pengamatan kemudian dideskripsikan untuk memberikan gambaran mengenai pentingnya kegiatan pembiasaan dalam mendukung pembentukan karakter siswa sekolah dasar. 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pembiasaan Pagi Membentuk Karakter Siswa 

          Salah satu hal yang saya temui selama melaksanakan kegiatan magang adalah adanya pembiasaan pagi yang dilakukan secara bersama-sama. Kegiatan tersebut menjadi salah satu kegiatan awal sebelum siswa mengikuti pembelajaran. Siswa berkumpul bersama guru dan mengikuti rangkaian kegiatan yang telah menjadi kebiasaan di sekolah. Kegiatan sholat dhuha berjamaah, membaca surat-surat pendek, senam Bersama, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya memberikan pengalaman yang berbeda bagi siswa. Dari kegiatan tersebut, siswa belajar untuk mengawali aktivitas dengan sikap yang baik dan teratur. Siswa juga belajar mengikuti aturan serta menempatkan diri sebagai bagian dari lingkungan sekolah. 
        Menurut saya, kegiatan seperti ini tidak boleh dianggap sebagai kegiatan tambahan yang tidak memiliki manfaat. Justru melalui kegiatan yang dilakukan secara berulang, siswa dapat belajar membangun kebiasaan. Karakter tidak selalu terbentuk melalui penjelasan panjang dari guru, tetapi juga melalui contoh dan kebiasaan yang dilakukan setiap hari.

Sedan1jo Cerdas Tidak Hanya tentang Prestasi Akademik

        Istilah cerdas sering kali dikaitkan dengan siswa yang mendapatkan nilai tinggi atau mampu menyelesaikan soal dengan baik. Padahal, dalam kehidupan sehari-hari kecerdasan memiliki cakupan yang lebih luas. Siswa juga perlu memiliki kemampuan untuk berkomunikasi, bekerja sama, menyelesaikan masalah, menjaga sikap, dan bertanggung jawab terhadap tugasnya. 
        Berdasarkan pengalaman saya selama magang, setiap siswa mempunyai kemampuan yang berbeda. Ada siswa yang lebih cepat memahami instruksi, tetapi ada juga yang membutuhkan penjelasan secara berulang. Perbedaan tersebut merupakan hal yang wajar dalam proses pendidikan. Guru perlu memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk berkembang sesuai dengan kemampuannya. Dalam konteks Sedan1jo Cerdas, menurut saya sekolah perlu memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan berbagai kemampuan tersebut. Pembelajaran di kelas dapat dikombinasikan dengan kegiatan yang melatih kedisiplinan, kerja sama, kreativitas, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan. Keberhasilan pendidikan tidak hanya dapat dilihat dari nilai yang diperoleh siswa. Siswa yang mampu menunjukkan sikap positif dalam kehidupan sehari-hari juga merupakan bagian dari keberhasilan pendidikan.

Peran Guru dalam Membentuk Kebiasaan Positif

        Guru memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan siswa. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga menjadi contoh bagi siswa. Apa yang dilakukan guru dapat menjadi contoh yang kemudian ditiru oleh siswa. Selama melaksanakan magang, saya melihat bahwa keterlibatan guru dalam kegiatan sekolah sangat penting. Guru mendampingi siswa dan memberikan arahan ketika kegiatan berlangsung. Pendampingan tersebut membuat kegiatan menjadi lebih terarah dan membantu siswa memahami aturan yang harus dilakukan. 
        Menurut saya, pembiasaan positif akan lebih mudah diterapkan apabila dilakukan secara konsisten. Jika kegiatan hanya dilakukan sesekali, siswa mungkin tidak menganggapnya sebagai suatu kebiasaan. Sebaliknya, jika kegiatan dilakukan secara rutin dan guru memberikan contoh secara langsung, siswa akan lebih mudah mengikuti dan memahami nilai yang terdapat di dalam kegiatan tersebut. 

Mahasiswa Magang Juga Belajar dari Lingkungan Sekolah 

        Kegiatan magang kependidikan memberikan pengalaman yang cukup berharga bagi mahasiswa. Selama berada di sekolah, mahasiswa tidak hanya belajar mengenai cara mengajar, tetapi juga dapat mengamati bagaimana sekolah membangun lingkungan belajar bagi siswa. Berinteraksi langsung dengan siswa memberikan pengalaman bahwa teori yang diperoleh selama perkuliahan perlu disesuaikan dengan kondisi nyata di sekolah. Setiap siswa memiliki karakter yang berbeda sehingga pendekatan yang digunakan juga tidak selalu sama. 
        Bagi saya, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran untuk lebih memahami tugas seorang pendidik. Guru perlu memiliki kesabaran, kemampuan berkomunikasi, dan kemampuan memahami kondisi siswa. Pengalaman selama magang juga membuat saya menyadari bahwa pendidikan bukan hanya tentang menyampaikan materi, tetapi juga tentang mendampingi siswa dalam proses perkembangan mereka. 

Mewujudkan Sedan1jo Cerdas dari Hal-Hal Sederhana

        Menurut saya, untuk mewujudkan Sedan1jo Cerdas tidak harus selalu dimulai dari program yang besar. Hal tersebut dapat dimulai dari kegiatan sederhana yang dilakukan secara konsisten di sekolah. Membiasakan siswa datang tepat waktu, menjaga kebersihan, berdoa sebelum belajar, menghormati guru dan teman, membaca, bekerja sama, serta bertanggung jawab terhadap tugas merupakan contoh kecil yang dapat dilakukan setiap hari. Kegiatan-kegiatan tersebut apabila dilakukan secara terus-menerus dapat menjadi bagian dari karakter siswa. Sekolah juga dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat dalam berbagai kegiatan sesuai dengan minat dan kemampuannya. 
        Sedan1jo Cerdas menurut pandangan saya adalah sebuah upaya untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang mampu membuat siswa berkembang secara utuh. Siswa tidak hanya cerdas dalam pelajaran, tetapi juga memiliki karakter yang baik dan mampu menerapkan pengetahuan yang dimilikinya dalam kehidupan sehari-hari. 

KESIMPULAN

        Berdasarkan pengalaman selama melaksanakan kegiatan magang kependidikan di SD Negeri 1 Donorojo, dapat disimpulkan bahwa pembiasaan kegiatan positif memiliki peran penting dalam mendukung pembentukan karakter siswa sekolah dasar. Kegiatan sederhana seperti doa bersama, membaca Asmaul Husna, membaca istigfar, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya dapat menjadi sarana untuk menanamkan kedisiplinan, sikap religius, rasa tanggung jawab, dan cinta terhadap bangsa. 
        Menurut saya, Sedan1jo Cerdas sebaiknya tidak hanya dimaknai sebagai upaya meningkatkan kemampuan akademik siswa. Sedan1jo Cerdas juga perlu diarahkan pada pembentukan siswa yang memiliki karakter baik, mampu bekerja sama, bertanggung jawab, mandiri, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan.  
          Untuk mewujudkannya, diperlukan kerja sama antara sekolah, guru, siswa, orang tua, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pendidikan. Pembiasaan yang dilakukan secara sederhana tetapi konsisten dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki sikap dan karakter yang baik. 

DAFTAR PUSTAKA
Direktorat Sekolah Dasar. (2021). Modul Literasi Digital di Sekolah Dasar. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Heryani, A., Pebriyanti, N., Rustini, T., & Wahyuningsih, Y. (2022). Peran media pembelajaran berbasis teknologi dalam meningkatkan literasi digital pada pembelajaran IPS di SD kelas tinggi. Jurnal Pendidikan, 31(1), 17–28.
Wahyuningsih, S. (2021). Modul Literasi Digital di Sekolah Dasar. Jakarta: Direktorat Sekolah
Dasar. 


Categories:


Unggul, Berprestasi Dilandasi IMTAQ dan IPTEK yang Berbudaya Lingkungan|Hangudi Kawruh Hangripta Karya|Ceria, Energik, Ramah dan Simpati. Contact me sedan1jocerdas@gmail.com

0 komentar:

Posting Komentar