Just another free Blogger theme

Senin, 21 September 2026


 PENGUATAN LITERASI DIGITAL SISWA KELAS VI SDN 1 DONOROJO

SEBAGAI RESPONS TERHADAP PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 

Oleh :

Annisa Aulia Wahyudi

Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, STKIP PGRI Pacitan


Abstrak

 

Perkembangan teknologi dalam pendidikan menuntut siswa sekolah dasar memiliki keterampilan digital yang dapat mendukung kegiatan pembelajaran dan kesiapan menghadapi jenjang pendidikan berikutnya. Namun, kedekatan siswa dengan teknologi belum tentu diikuti dengan kemampuan memanfaatkannya untuk kebutuhan akademik. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi dan pelaksanaan penguatan literasi digital melalui pelatihan komputer bagi siswa kelas VI SDN 1 Donorojo. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek kegiatan terdiri atas 20 siswa kelas VI yang mengikuti pelatihan selama dua minggu pada jam kokurikuler. Data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi selama dua kali pertemuan. Kegiatan pelatihan meliputi pengenalan dan praktik penggunaan Microsoft Word serta Microsoft Excel melalui penjelasan, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan.

 

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih belum terbiasa menggunakan Microsoft Word dan memerlukan pendampingan dalam mengoperasikan fungsi- fungsi dasar, sedangkan hanya satu atau dua siswa yang telah memiliki pengalaman terbatas dalam penggunaannya. Perbedaan kemampuan antarsiswa juga terlihat selama praktik, terutama dalam mengikuti instruksi, menemukan fitur, mengatur teks, dan menyimpan dokumen. Temuan tersebut menunjukkan bahwa penguatan literasi digital pada siswa kelas VI perlu dilakukan secara bertahap, melalui pengalaman praktik yang berulang dan pendampingan yang berkelanjutan. Penguasaan keterampilan komputer dasar juga dapat menjadi salah satu bekal bagi siswa dalam mempersiapkan diri menghadapi tuntutan pembelajaran pada jenjang pendidikan berikutnya.

 

Kata kunci: Literasi Digital, Microsoft Office, Siswa Sekolah Dasar

 

Abstract

 

Technological developments in education require elementary school students to have digital skills that can support learning activities and prepare them for the next level of education. However, students' familiarity with technology does not necessarily translate into their ability to utilize it for academic needs. This article aims to describe the conditions and implementation of digital literacy strengthening through computer training for sixth-grade students at SDN 1

Donorojo. The study used a qualitative descriptive approach. The subjects consisted of 20 sixth-grade students who participated in the training for two weeks during co-curricular hours. Data were obtained through observation and documentation during two meetings. The training activities included an introduction to and practice using Microsoft Word and Microsoft Excel through explanations, demonstrations, hands-on practice, and mentoring.

 

Observations showed that most students were still unfamiliar with using Microsoft Word and required assistance in operating basic functions, while only one or two students had limited experience in using it. Differences in ability between students were also evident during the practice, particularly in following instructions, finding features, organizing text, and saving documents. These findings suggest that strengthening digital literacy in sixth-grade students needs to be done gradually, through repeated practical experiences and ongoing mentoring.


Mastering basic computer skills can also equip students to face the demands of learning at the next level of education.

 

Keywords: Digital Literacy, Microsoft Office, Elementary School Students

 

PENDAHULUAN

 

Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat telah membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Teknologi tidak lagi hanya digunakan sebagai sarana komunikasi dan hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran (Wahyuningsih, 2021). Kondisi tersebut menuntut peserta didik untuk memiliki kemampuan dalam menggunakan teknologi secara tepat, bijak, dan bertanggung jawab. Literasi digital menjadi salah satu kemampuan yang penting untuk dikembangkan sejak jenjang sekolah dasar agar peserta didik tidak hanya mampu menggunakan perangkat digital, tetapi juga memanfaatkannya untuk mendukung kegiatan belajar.

 

Pentingnya literasi digital juga terlihat dari kajian (Hafdhi et al., 2024) pengenalan teknologi kepada siswa sekolah dasar menjadi semakin relevan karena siswa saat ini tumbuh di tengah lingkungan yang dekat dengan berbagai perangkat dan informasi digital. Kemampuan menggunakan teknologi perlu diarahkan agar tidak berhenti pada keterampilan mengoperasikan perangkat, tetapi berkembang menjadi kemampuan memanfaatkan teknologi untuk kegiatan yang produktif dan mendukung pembelajaran. Sekolah memiliki peran penting dalam memberikan pengalaman belajar yang dapat membantu siswa mengenal dan menggunakan teknologi secara terarah sesuai dengan usia dan kebutuhannya.

 

Pengalaman selama melaksanakan kegiatan praktik di SDN 1 Donorojo menunjukkan bahwa penguatan literasi digital dapat dilakukan melalui kegiatan sederhana dan dekat dengan kebutuhan siswa. Salah satunya melalui kegiatan pelatihan komputer bagi siswa kelas VI dengan mengenalkan penggunaan Microsoft Word dan Microsoft Excel. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengalaman langsung dalam menggunakan komputer, mulai dari mengenal fungsi perangkat lunak hingga mencoba menggunakannya untuk menyelesaikan tugas sederhana. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa keterampilan teknologi perlu diberikan secara bertahap melalui kegiatan praktik agar siswa memiliki kesempatan untuk belajar secara langsung.

 

Penguatan literasi digital di sekolah dasar dengan demikian tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga merupakan bagian dari upaya mempersiapkan siswa menghadapi kebutuhan belajar dan kehidupan di masa mendatang (Heryani et al., 2022). Literasi digital dengan demikian tidak hanya berkaitan dengan tidak hanya berkitan dengan kemampuan mengikuti perkembangan teknologi, tetpai juga menjadi bagian dari pembekalan ketrampilan yang dapat mendukung siswa dalam menghadapi tuntutan pembelajaran pada jenjang berikutnya.

 

Penelitian yang dilakukan oleh (Bahasoan, 2026) terhadap siswa sekolah dasar tingkat atas kelas IV, V, dan VI menunjukkan bahwa kemampuan literasi digital siswa secara umum berada pada kategori tinggi. Meskipun demikian, aspek penggunaan teknologi secara aman dan bertanggung jawab masih berada pada kategori sedang. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menggunakan teknologi perlu terus diarahkan agar tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga pada penggunaan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. Penguatan literasi digital perlu dilakukan melalui pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan  siswa.

 

Kondisi tersebut menjadi relevan dengan pengalaman pelaksanaan kegiatan praktik di SDN 1 Donorojo. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pelatihan komputer bagi siswa kelas VI melalui pengenalan Microsoft Word dan Microsoft Excel, Kegiatan tersebut memberikan  kesempatan  kepada  siswa  untuk  memperoleh  pengalaman  langsung  dalam


mengoperasikan komputer dan mengenal fungsi dasar perangkat lunak yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan akademik. Pelatihan dilakukan melalui penjelasan, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan sehingga siswa memperoleh kesempatan untuk mencoba keterampilan yang telah diperkenalkan.

 

Berdasarkan pengalaman tersebut, penguatan literasi digital bagi siswa kelas VI SDN

1 Donorojo menjadi hal yang penting untuk dibahas. Pengenalan keterampilan komputer dasar tidak hanya dapat meniadi sarana untuk membiasakan siswa menggunakan teknologi secara produktif, tetapi juga dapat menjadi salah satu bentuk pembekalan sebelum siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Penguatan literasi digital melalui kegiatan yang sederhana, bertahap, dan sesuai dengan kebutuhan siswa diharapkan dapat membantu membangun keterampilan teknologi yang lebih terarah.

 

METODE PENELITIAN

 

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menggambarkan pelaksanaan penguatan literasi digital melalui pelatihan komputer bagi siswa kelas VI SDN 1

Donorojo. Kegiatan dilaksanakan selama dua minggu pada setiap hari Kamis dalam jam kokurikuler. Subjek kegiatan terdiri atas 20 siswa kelas VI SDN 1 Donorojo. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam dua kali pertemuan dengan materi pengenalan dan praktik penggunaan Microsoft Word dan Microsoft Excel.

 

Data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi selama pelaksanaan pelatihan. Observasi dilakukan dengan mengamati keterlibatan siswa, kemampuan mengikuti instruksi, kemampuan mengoperasikan perangkat komputer, serta kesulitan yang muncul selama praktik. Dokumentasi berupa foto kegiatan dan hasil pekerjaan siswa digunakan sebagai data pendukung. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan cara mengidentifikasi temuan selama kegiatan, mengelompokkan hasil pengamatan berdasarkan kemampuan dan respons  siswa,  kemudian mendeskripsikan  kondisi  tersebut  untuk  memberikan gambaran mengenai pelaksanaan penguatan literasi digital pada siswa kelas VI.

 

Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap. Pada pertemuan pertama, siswa diperkenalkan pada penggunaan dasar Microsoft Word, meliputi pengenalan fungsi perangkat lunak, pembuatan dokumen sederhana, pengetikan, pengaturan teks, dan penyimpanan dokumen. Pada pertemuan kedua, siswa masih praktik menggunakan Microsoft Word melalui kegiatan praktik sederhana, seperti menambahkan gambar dalam kolom, mengatur tabel, menambah tabel ke kanan dan ke kiri dan menggunakan fungsi dasar yang sesuai dengan tingkat kemampuan siswa. Kegiatan dilaksanakan dengan memberikan penjelasan singkat, demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan terhadap siswa yang mengalami kesulitan.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

 

Pelaksanaan pelatihan komputer di SDN 1 Donorojo melibatkan 20 siswa kelas VI dan dilaksanakan selama dua minggu, yaitu setiap hari Kamis pada jam kokurikuler. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan. Materi yang diberikan pada tahap awal berfokus pada pengenalan dan penggunaan dasar Microsoft Word sebagai salah satu perangkat lunak yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan akademik siswa.

 

Hasil pengamatan pada pelaksanaan awal menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kelas VI belum terbiasa menggunakan Microsoft Word. Siswa masih tampak asing dengan berbagai fungsi dasar yang terdapat dalam perangkat lunak tersebut. Beberapa siswa belum mengetahui cara membuat dan menyimpan dokumen, mengatur jenis dan ukuran huruf, menggunakan fitur bold, italic, dan underline, serta melakukan pengaturan sederhana terhadap teks. Hanya satu atau dua siswa yang telah memiliki sedikit pengalaman menggunakan Microsoft Word, tetapi kemampuan tersebut masih terbatas pada penggunaan fitur-fitur dasar.


 

Perbedaan kemampuan antarsiswa juga terlihat selama kegiatan praktik. Siswa yang sebelumnya memiliki pengalaman menggunakan komputer dapat mengikuti instruksi dengan relatif lebih cepat, sedangkan sebagian besar siswa memerlukan penjelasan secara berulang dan pendampingan ketika melakukan praktik. Beberapa siswa masih membutuhkan bantuan dalam menemukan fitur tertentu, menggerakkan kursor, mengatur teks, serta menyimpan hasil pekerjaan.  Kondisi  tersebut  menunjukkan  bahwa pengalaman  siswa dalam  menggunakan teknologi untuk kebutuhan akademik masih beragam.

 

Meskipun kegiatan baru dilaksanakan sebanyak dua kali, siswa memperoleh pengalaman langsung dalam menggunakan komputer dan Microsoft Word. Siswa tidak hanya menerima penjelasan mengenai fungsi berbagai fitur, tetapi juga mencoba mengoperasikannya secara mandiri, menemukan kesalahan, memperbaiki pekerjaan, dan mengikuti langkah kerja yang diberikan. Dengan demikian, kegiatan pelatihan memberikan gambaran awal mengenai kebutuhan penguatan keterampilan komputer dasar bagi siswa kelas VI SDN 1 Donorojo.

 

Temuan kegiatan menunjukkan bahwa kedekatan siswa dengan teknologi tidak selalu berbanding lurus dengan kemampuan menggunakan teknologi untuk kepentingan pembelajaran. Siswa dapat saja memiliki pengalaman menggunakan perangkat digital dalam kehidupan sehari-hari, tetapi belum terbiasa memanfaatkan komputer sebagai sarana untuk mengerjakan tugas akademik. Kondisi tersebut terlihat dari masih terbatasnya kemampuan sebagian besar siswa kelas VI SDN 1 Donorojo dalam menggunakan Microsoft Word.

 

Perbedaan antara pengalaman menggunakan teknologi dan kemampuan memanfaatkannya secara produktif menjadi hal yang penting dalam memahami literasi digital. Literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengoperasikan perangkat atau aplikasi, tetapi juga mencakup kemampuan menggunakan teknologi secara tepat sesuai dengan tujuan (Palu et al., 2024). Dalam konteks pendidikan, teknologi seharusnya dapat dimanfaatkan untuk membantu siswa belajar, mengolah informasi, berkomunikasi, dan menghasilkan karya.

 

Temuan tersebut memiliki kesesuaian dengan kegiatan pelatihan dasar Microsoft Word bagi siswa kelas VI SDN 012 Samarinda oleh (Awang et al., 2025). memberikan pelatihan secara langsung dengan materi pembuatan dokumen, pengaturan format teks, dan penyimpanan berkas. Pelatihan tersebut menunjukkan bahwa pengenalan keterampilan dasar Microsoft Word merupakan bagian yang relevan dalam pengembangan literasi digital siswa sekolah dasar.

 

Pendekatan praktik langsung juga relevan dengan kondisi siswa SDN 1 Donorojo. Keterampilan menggunakan Microsoft Word tidak cukup diperoleh melalui penjelasan mengenai fungsi menu dan fitur. Sejalan dengan penelitian (Nurlaily et al., 2024), siswa perlu memperoleh kesempatan untuk mencoba setiap langkah secara langsung sehingga mereka dapat memahami hubungan antara perintah yang diberikan dan hasil yang muncul pada layar. Proses tersebut memungkinkan siswa belajar melalui pengalaman, termasuk ketika mengalami kesalahan dan memperbaiki hasil pekerjaan.

 

Hal tersebut sejalan dengan  (Darafista et al., 2024) yang mendeskripsikan pelatihan Microsoft Word  bagi  siswa  sekolah  dasar  sebagai  salah  satu  bentuk  adaptasi  teknologi. Penelitian tersebut menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggambarkan proses pelaksanaan dan kendala yang muncul selama pelatihan. Temuan tersebut memperkuat bahwa kegiatan pelatihan teknologi pada jenjang sekolah dasar perlu memperhatikan proses dan kondisi nyata siswa, bukan hanya hasil akhir yang diperoleh.

 

Kebutuhan penguatan keterampilan komputer juga berkaitan dengan kesiapan siswa kelas VI dalam menghadapi jenjang pendidikan berikutnya. Peralihan dari sekolah dasar menuju sekolah menengah dapat menghadirkan tuntutan akademik yang berbeda, termasuk kemungkinan   semakin   seringnya   teknologi   digunakan   dalam   kegiatan   pembelajaran.


Penguasaan keterampilan komputer dasar dapat menjadi salah satu bekal agar siswa lebih siap beradaptasi dengan lingkungan belajar yang memanfaatkan teknologi (Hanif et al., 2024).

 

Keterampilan dasar tersebut tidak berarti bahwa siswa harus menguasai berbagai perangkat lunak secara mendalam. Siswa setidaknya perlu memiliki kemampuan mengoperasikan komputer, menggunakan papan ketik dan mouse, membuka dan menutup aplikasi, membuat serta menyimpan dokumen, mengetik dan mengatur teks, serta mengenali fungsi dasar aplikasi pengolah kata dan pengolah angka. Kemampuan tersebut dapat dikembangkan secara bertahap sesuai dengan usia dan kebutuhan siswa.

 

Konteks  tersebut  menjadi  semakin  relevan  karena  kegiatan  pelatihan  di  SDN  1

Donorojo menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kelas VI masih belum terbiasa menggunakan Microsoft Word. Kondisi tersebut memberikan gambaran bahwa pembekalan keterampilan komputer dasar masih perlu mendapatkan perhatian sebelum siswa memasuki jenjang pendidikan berikutnya. Pelatihan yang dilakukan dapat menjadi tahap awal untuk memberikan pengalaman kepada siswa dalam menggunakan komputer secara lebih terarah.

 

Penguatan literasi digital juga tidak seharusnya berhenti pada penguasaan aspek teknis. Siswa perlu diarahkan untuk memahami bahwa teknologi dapat digunakan sebagai sarana belajar dan berkarya. Penelitian yang dilakukan oleh (Ifanka et al., 2026) mengenai literasi digital siswa sekolah dasar menunjukkan bahwa kemampuan literasi digital memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar kemampuan mengoperasikan perangkat. Literasi digital juga berkaitan dengan kemampuan mengakses, memahami, menggunakan, dan mengelola informasi digital secara tepat.

 

Pengenalan Microsoft Word dapat menjadi salah satu langkah awal untuk membangun kebiasaan tersebut. Melalui kegiatan mengetik, mengatur teks, membuat dokumen, dan menyimpan hasil pekerjaan, siswa mulai diperkenalkan pada penggunaan komputer untuk kebutuhan akademik. Keterampilan tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut melalui tugas- tugas pembelajaran yang memungkinkan siswa menggunakan komputer secara rutin.

 

Aspek keberlanjutan menjadi hal yang penting dalam kegiatan penguatan literasi digital. Pelaksanaan pelatihan yang baru berlangsung selama dua kali pertemuan belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya peningkatan kemampuan siswa secara menyeluruh. Kegiatan tersebut lebih tepat dipandang sebagai tahap awal untuk mengenali kondisi kemampuan siswa sekaligus memberikan pengalaman dasar dalam menggunakan teknologi. Penelitian yang dilakukan oleh (Maulana et al., 2025) penguatan keterampilan digital pada siswa sekolah dasar umumnya dilakukan melalui tahapan pemberian materi, demonstrasi, praktik, dan pendampingan secara bertahap.

 

Penguatan literasi digital siswa kelas VI SDN 1 Donorojo perlu dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Pelatihan Microsoft Word bukan tujuan akhir, melainkan salah satu bentuk pembekalan keterampilan komputer dasar yang dapat menjadi fondasi bagi siswa dalam memanfaatkan teknologi secara produktif. Keberlanjutan kegiatan melalui pembiasaan penggunaan teknologi dalam pembelajaran akan memberikan kesempatan yang lebih besar kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan digital sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tuntutan pembelajaran pada jenjang pendidikan berikutnya.

 

KESIMPULAN

 

Berdasarkan hasil pelaksanaan dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa penguatan literasi digital siswa kelas VI SDN 1 Donorojo melalui pelatihan komputer merupakan kegiatan yang relevan untuk memberikan pengalaman awal dalam memanfaatkan teknologi bagi kebutuhan pembelajaran.  Pelatihan dilaksanakan  melalui  penjelasan,  demonstrasi,  praktik langsung, dan pendampingan dengan materi utama penggunaan Microsoft Word. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih belum terbiasa menggunakan


Microsoft Word dan  memerlukan  pendampingan  dalam  menjalankan  fungsi-fungsi  dasar, seperti mengetik, mengatur teks, menggunakan fitur sederhana, serta membuat dan menyimpan dokumen. Terdapat pula perbedaan kemampuan antarsiswa berdasarkan pengalaman mereka dalam menggunakan komputer.

 

Kegiatan yang dilakukan selama dua kali pertemuan belum dapat digunakan untuk menyimpulkan  adanya  peningkatan  kemampuan  literasi  digital  siswa secara menyeluruh. Namun, pelatihan telah memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengalaman langsung dalam mengoperasikan komputer dan menggunakan Microsoft Word untuk kebutuhan akademik. Oleh karena itu, penguatan literasi digital siswa perlu dilaksanakan secara bertahap, berulang, dan berkelanjutan melalui praktik serta pendampingan yang sesuai dengan kemampuan siswa. Pembiasaan penggunaan teknologi dalam kegiatan pembelajaran diharapkan dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan komputer dasar dan mempersiapkan diri menghadapi tuntutan pembelajaran pada jenjang pendidikan berikutnya.





Categories:


Unggul, Berprestasi Dilandasi IMTAQ dan IPTEK yang Berbudaya Lingkungan|Hangudi Kawruh Hangripta Karya|Ceria, Energik, Ramah dan Simpati. Contact me sedan1jocerdas@gmail.com

0 komentar:

Posting Komentar