SEBAGAI RESPONS TERHADAP PERKEMBANGAN TEKNOLOGI
Oleh :
Annisa Aulia Wahyudi
Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, STKIP PGRI Pacitan
Abstrak
Perkembangan teknologi dalam pendidikan menuntut siswa
sekolah dasar memiliki keterampilan
digital yang dapat mendukung
kegiatan pembelajaran dan kesiapan menghadapi
jenjang pendidikan berikutnya. Namun,
kedekatan siswa dengan
teknologi belum tentu diikuti
dengan kemampuan memanfaatkannya untuk kebutuhan akademik. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi dan
pelaksanaan penguatan
literasi digital
melalui pelatihan komputer bagi siswa kelas VI SDN 1 Donorojo. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek kegiatan terdiri atas 20 siswa kelas VI yang mengikuti pelatihan selama dua minggu pada
jam kokurikuler. Data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi selama dua kali pertemuan.
Kegiatan pelatihan meliputi pengenalan
dan
praktik penggunaan Microsoft
Word serta Microsoft Excel melalui penjelasan, demonstrasi, praktik langsung,
dan pendampingan.
Hasil pengamatan menunjukkan
bahwa
sebagian
besar
siswa masih belum terbiasa menggunakan Microsoft Word dan memerlukan pendampingan dalam mengoperasikan fungsi-
fungsi dasar, sedangkan hanya satu atau dua siswa yang telah memiliki pengalaman terbatas
dalam penggunaannya. Perbedaan kemampuan antarsiswa juga
terlihat selama praktik, terutama
dalam mengikuti instruksi, menemukan fitur, mengatur teks, dan menyimpan dokumen. Temuan tersebut menunjukkan bahwa penguatan literasi digital pada siswa kelas VI
perlu dilakukan secara bertahap, melalui pengalaman praktik yang berulang dan pendampingan
yang berkelanjutan.
Penguasaan keterampilan komputer
dasar juga dapat menjadi salah
satu bekal bagi siswa
dalam mempersiapkan diri menghadapi tuntutan pembelajaran pada jenjang
pendidikan berikutnya.
Kata kunci:
Literasi Digital,
Microsoft Office,
Siswa Sekolah Dasar
Abstract
Technological developments in education require elementary school students to have
digital skills that can support learning activities and prepare them
for the next level of education. However, students'
familiarity with technology does not necessarily translate into their ability
to utilize it for academic needs. This article aims to describe the conditions and implementation of digital literacy strengthening through computer training for sixth-grade students at SDN 1
Donorojo.
The study used a qualitative descriptive approach.
The subjects consisted of 20
sixth-grade students
who participated in the training for two weeks during co-curricular hours.
Data were obtained through observation and documentation during
two meetings. The training
activities included an introduction to and practice using Microsoft Word and Microsoft Excel
through explanations,
demonstrations, hands-on
practice, and
mentoring.
Observations showed that most students were still unfamiliar with using Microsoft Word and required assistance in operating basic functions, while only one or two students had limited experience in using it. Differences in ability
between students were also evident during
the practice, particularly in following instructions,
finding features, organizing text, and saving
documents. These findings suggest that strengthening digital literacy in sixth-grade students needs to be done gradually, through
repeated practical experiences and ongoing mentoring.
Mastering basic computer skills can also equip students to face the demands of learning at the
next level of education.
Keywords:
Digital Literacy, Microsoft
Office,
Elementary School Students
PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi
digital yang semakin pesat telah membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Teknologi
tidak lagi hanya
digunakan sebagai sarana komunikasi dan hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran (Wahyuningsih, 2021). Kondisi tersebut menuntut peserta didik untuk memiliki
kemampuan dalam menggunakan teknologi secara tepat, bijak, dan bertanggung jawab.
Literasi digital menjadi salah satu kemampuan yang penting untuk dikembangkan sejak jenjang sekolah
dasar
agar peserta
didik tidak hanya mampu menggunakan perangkat digital, tetapi
juga memanfaatkannya untuk mendukung kegiatan belajar.
Pentingnya literasi digital juga
terlihat dari kajian (Hafdhi et al., 2024) pengenalan
teknologi kepada siswa sekolah dasar menjadi semakin relevan karena siswa saat ini tumbuh di tengah lingkungan yang dekat dengan berbagai perangkat dan informasi digital. Kemampuan
menggunakan teknologi perlu diarahkan agar tidak berhenti pada
keterampilan
mengoperasikan perangkat, tetapi berkembang menjadi kemampuan memanfaatkan teknologi untuk kegiatan yang produktif dan mendukung pembelajaran. Sekolah
memiliki peran penting
dalam memberikan pengalaman belajar yang dapat membantu siswa mengenal dan menggunakan teknologi secara terarah sesuai
dengan
usia dan kebutuhannya.
Pengalaman selama
melaksanakan kegiatan praktik di SDN 1 Donorojo menunjukkan bahwa penguatan literasi digital dapat dilakukan melalui kegiatan sederhana dan dekat dengan
kebutuhan siswa. Salah satunya melalui kegiatan pelatihan
komputer bagi siswa kelas
VI dengan mengenalkan penggunaan Microsoft
Word dan Microsoft Excel. Kegiatan tersebut
memberikan kesempatan kepada
siswa untuk memperoleh pengalaman langsung dalam menggunakan komputer, mulai dari mengenal fungsi perangkat lunak hingga mencoba menggunakannya
untuk menyelesaikan tugas sederhana. Pengalaman tersebut menunjukkan
bahwa keterampilan teknologi perlu diberikan secara
bertahap melalui kegiatan praktik agar
siswa memiliki kesempatan
untuk belajar secara langsung.
Penguatan literasi digital di sekolah dasar dengan demikian
tidak hanya berkaitan
dengan kemampuan
mengikuti perkembangan teknologi,
tetapi juga merupakan bagian
dari upaya mempersiapkan siswa menghadapi kebutuhan belajar dan kehidupan
di masa mendatang (Heryani et al., 2022). Literasi digital dengan demikian tidak hanya
berkaitan dengan tidak hanya
berkitan dengan kemampuan mengikuti perkembangan teknologi, tetpai juga menjadi bagian dari pembekalan ketrampilan yang dapat mendukung
siswa dalam menghadapi tuntutan
pembelajaran pada jenjang
berikutnya.
Penelitian yang dilakukan oleh (Bahasoan, 2026) terhadap siswa
sekolah dasar
tingkat atas kelas IV, V, dan
VI menunjukkan bahwa kemampuan literasi digital siswa secara umum berada pada kategori tinggi. Meskipun demikian, aspek penggunaan teknologi secara aman dan
bertanggung jawab masih berada pada kategori sedang. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menggunakan teknologi perlu terus diarahkan agar tidak hanya
berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga pada
penggunaan teknologi secara bijak dan
bertanggung jawab. Penguatan literasi digital perlu dilakukan melalui pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
Kondisi tersebut menjadi relevan dengan pengalaman
pelaksanaan kegiatan praktik di
SDN 1 Donorojo. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pelatihan komputer
bagi siswa kelas VI melalui pengenalan Microsoft Word dan Microsoft Excel, Kegiatan tersebut
memberikan kesempatan kepada
siswa untuk memperoleh pengalaman langsung dalam
mengoperasikan komputer dan mengenal fungsi dasar perangkat lunak yang dapat digunakan
untuk mendukung kegiatan
akademik.
Pelatihan dilakukan
melalui penjelasan,
demonstrasi, praktik langsung,
dan pendampingan
sehingga siswa memperoleh kesempatan
untuk mencoba keterampilan yang
telah diperkenalkan.
Berdasarkan pengalaman tersebut, penguatan literasi digital bagi siswa kelas VI SDN
1 Donorojo menjadi hal yang penting untuk dibahas. Pengenalan keterampilan komputer dasar tidak hanya dapat meniadi sarana untuk
membiasakan siswa
menggunakan teknologi secara produktif, tetapi juga dapat menjadi salah satu bentuk pembekalan sebelum siswa melanjutkan pendidikan
ke jenjang
berikutnya. Penguatan literasi digital melalui kegiatan yang sederhana, bertahap, dan
sesuai dengan
kebutuhan siswa diharapkan dapat membantu membangun
keterampilan teknologi
yang lebih terarah.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menggambarkan pelaksanaan penguatan literasi digital melalui pelatihan komputer bagi siswa kelas
VI SDN 1
Donorojo. Kegiatan dilaksanakan selama dua
minggu pada setiap hari Kamis dalam jam
kokurikuler. Subjek kegiatan terdiri atas 20 siswa kelas VI
SDN 1 Donorojo. Pelaksanaan
kegiatan dilakukan dalam dua kali pertemuan dengan materi pengenalan dan praktik penggunaan Microsoft Word dan
Microsoft Excel.
Data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi selama
pelaksanaan pelatihan.
Observasi dilakukan
dengan mengamati keterlibatan siswa, kemampuan mengikuti
instruksi, kemampuan mengoperasikan perangkat komputer, serta kesulitan yang muncul selama praktik. Dokumentasi berupa foto kegiatan dan hasil pekerjaan siswa
digunakan sebagai data
pendukung. Data yang diperoleh dianalisis secara
deskriptif dengan cara mengidentifikasi
temuan selama kegiatan, mengelompokkan hasil pengamatan berdasarkan kemampuan dan
respons siswa, kemudian mendeskripsikan
kondisi tersebut
untuk memberikan gambaran
mengenai pelaksanaan penguatan
literasi digital
pada
siswa kelas VI.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap. Pada
pertemuan pertama, siswa
diperkenalkan pada penggunaan dasar Microsoft Word, meliputi pengenalan fungsi perangkat
lunak, pembuatan dokumen
sederhana, pengetikan, pengaturan teks, dan penyimpanan
dokumen. Pada pertemuan kedua, siswa masih praktik menggunakan Microsoft
Word melalui kegiatan
praktik sederhana,
seperti menambahkan gambar dalam
kolom, mengatur tabel,
menambah tabel ke kanan dan ke kiri dan menggunakan fungsi dasar yang sesuai dengan
tingkat kemampuan siswa. Kegiatan dilaksanakan dengan memberikan penjelasan singkat,
demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan terhadap siswa yang mengalami kesulitan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pelaksanaan pelatihan
komputer di SDN 1 Donorojo melibatkan 20 siswa kelas VI dan dilaksanakan selama dua
minggu, yaitu setiap hari Kamis pada
jam kokurikuler. Kegiatan
dilaksanakan melalui tahapan penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan. Materi yang diberikan
pada tahap awal berfokus pada pengenalan
dan penggunaan dasar Microsoft
Word sebagai salah satu perangkat lunak yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan akademik siswa.
Hasil pengamatan pada pelaksanaan awal menunjukkan bahwa sebagian besar siswa
kelas VI belum terbiasa menggunakan Microsoft Word. Siswa masih tampak asing dengan
berbagai fungsi dasar yang terdapat dalam perangkat lunak tersebut. Beberapa siswa
belum
mengetahui cara membuat dan menyimpan dokumen, mengatur jenis dan ukuran huruf, menggunakan fitur bold, italic, dan underline, serta melakukan pengaturan
sederhana terhadap teks.
Hanya satu atau dua
siswa yang telah memiliki sedikit pengalaman menggunakan
Microsoft Word, tetapi kemampuan
tersebut masih terbatas
pada penggunaan fitur-fitur dasar.
Perbedaan kemampuan antarsiswa juga
terlihat selama
kegiatan praktik. Siswa yang
sebelumnya memiliki pengalaman menggunakan komputer dapat mengikuti instruksi dengan
relatif lebih cepat, sedangkan sebagian besar siswa memerlukan penjelasan secara berulang dan pendampingan ketika melakukan praktik. Beberapa siswa masih membutuhkan bantuan
dalam menemukan fitur tertentu, menggerakkan kursor, mengatur teks, serta menyimpan hasil pekerjaan. Kondisi
tersebut menunjukkan
bahwa pengalaman siswa dalam
menggunakan teknologi untuk kebutuhan akademik masih beragam.
Meskipun
kegiatan baru dilaksanakan sebanyak dua
kali, siswa memperoleh pengalaman langsung
dalam menggunakan komputer dan Microsoft Word. Siswa tidak hanya menerima penjelasan mengenai fungsi berbagai fitur, tetapi juga mencoba mengoperasikannya
secara mandiri, menemukan kesalahan, memperbaiki pekerjaan, dan mengikuti langkah kerja
yang diberikan. Dengan demikian, kegiatan pelatihan
memberikan gambaran awal mengenai kebutuhan
penguatan keterampilan
komputer dasar bagi
siswa kelas VI SDN
1 Donorojo.
Temuan kegiatan menunjukkan bahwa
kedekatan siswa
dengan teknologi tidak selalu berbanding lurus dengan kemampuan menggunakan
teknologi untuk kepentingan
pembelajaran. Siswa
dapat saja memiliki pengalaman
menggunakan perangkat digital dalam
kehidupan sehari-hari, tetapi belum terbiasa memanfaatkan
komputer sebagai sarana untuk
mengerjakan tugas akademik. Kondisi tersebut terlihat dari masih terbatasnya kemampuan sebagian besar
siswa kelas VI SDN 1
Donorojo dalam menggunakan Microsoft Word.
Perbedaan antara pengalaman menggunakan teknologi
dan kemampuan memanfaatkannya secara produktif menjadi hal yang penting dalam memahami literasi digital. Literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengoperasikan perangkat atau aplikasi, tetapi juga mencakup kemampuan menggunakan teknologi secara tepat sesuai dengan
tujuan (Palu et al., 2024). Dalam konteks pendidikan, teknologi
seharusnya dapat dimanfaatkan
untuk membantu siswa belajar, mengolah
informasi, berkomunikasi,
dan menghasilkan karya.
Temuan tersebut memiliki kesesuaian dengan kegiatan pelatihan dasar Microsoft Word bagi siswa kelas
VI SDN 012 Samarinda oleh (Awang et al., 2025). memberikan pelatihan
secara langsung dengan materi pembuatan dokumen, pengaturan format teks, dan penyimpanan
berkas. Pelatihan tersebut menunjukkan bahwa pengenalan keterampilan dasar Microsoft Word
merupakan bagian
yang relevan
dalam pengembangan
literasi digital
siswa sekolah dasar.
Pendekatan praktik langsung juga relevan dengan kondisi siswa SDN 1 Donorojo.
Keterampilan menggunakan Microsoft Word tidak cukup diperoleh melalui penjelasan mengenai fungsi menu dan fitur. Sejalan dengan penelitian (Nurlaily et al., 2024), siswa
perlu memperoleh kesempatan untuk mencoba setiap langkah secara
langsung sehingga mereka
dapat memahami hubungan antara perintah yang diberikan
dan
hasil yang muncul pada
layar. Proses tersebut memungkinkan siswa belajar melalui pengalaman, termasuk ketika mengalami
kesalahan dan memperbaiki hasil pekerjaan.
Hal tersebut
sejalan dengan (Darafista et al.,
2024)
yang mendeskripsikan pelatihan
Microsoft Word bagi siswa sekolah
dasar
sebagai salah
satu bentuk
adaptasi
teknologi.
Penelitian tersebut menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif
untuk menggambarkan proses pelaksanaan dan kendala yang muncul selama pelatihan. Temuan tersebut memperkuat bahwa
kegiatan pelatihan teknologi
pada jenjang sekolah
dasar perlu memperhatikan proses
dan kondisi nyata siswa, bukan hanya hasil akhir yang diperoleh.
Kebutuhan penguatan keterampilan komputer juga berkaitan dengan kesiapan siswa
kelas VI dalam menghadapi jenjang pendidikan berikutnya. Peralihan dari sekolah dasar
menuju sekolah menengah dapat menghadirkan tuntutan
akademik yang berbeda, termasuk kemungkinan semakin seringnya teknologi digunakan dalam
kegiatan pembelajaran.
Penguasaan keterampilan komputer
dasar
dapat
menjadi
salah satu bekal agar
siswa lebih siap beradaptasi
dengan lingkungan belajar yang memanfaatkan teknologi (Hanif et
al., 2024).
Keterampilan dasar tersebut tidak berarti bahwa siswa
harus menguasai berbagai
perangkat lunak secara
mendalam. Siswa setidaknya
perlu memiliki kemampuan
mengoperasikan komputer, menggunakan papan ketik dan mouse, membuka dan menutup
aplikasi, membuat serta menyimpan
dokumen, mengetik dan mengatur teks, serta
mengenali fungsi dasar
aplikasi pengolah kata
dan pengolah angka.
Kemampuan tersebut dapat dikembangkan secara bertahap sesuai dengan usia
dan kebutuhan siswa.
Konteks tersebut menjadi
semakin relevan
karena
kegiatan pelatihan
di
SDN 1
Donorojo menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kelas VI masih belum terbiasa menggunakan Microsoft
Word. Kondisi tersebut memberikan gambaran bahwa pembekalan keterampilan komputer dasar masih perlu mendapatkan perhatian sebelum siswa memasuki
jenjang pendidikan berikutnya. Pelatihan yang dilakukan
dapat menjadi tahap
awal untuk memberikan pengalaman kepada siswa dalam
menggunakan komputer
secara lebih
terarah.
Penguatan literasi digital juga tidak seharusnya
berhenti pada penguasaan aspek teknis.
Siswa perlu diarahkan untuk memahami bahwa teknologi
dapat digunakan sebagai sarana
belajar dan berkarya. Penelitian yang dilakukan oleh (Ifanka
et
al., 2026) mengenai literasi digital
siswa sekolah dasar
menunjukkan bahwa kemampuan
literasi
digital memiliki cakupan
yang lebih luas daripada sekadar
kemampuan mengoperasikan perangkat. Literasi digital juga
berkaitan dengan
kemampuan mengakses, memahami,
menggunakan, dan mengelola informasi
digital secara tepat.
Pengenalan Microsoft Word dapat menjadi salah satu langkah awal untuk membangun kebiasaan tersebut. Melalui kegiatan mengetik, mengatur
teks, membuat dokumen, dan
menyimpan hasil pekerjaan, siswa mulai diperkenalkan
pada
penggunaan komputer
untuk kebutuhan akademik. Keterampilan tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut melalui tugas-
tugas pembelajaran yang memungkinkan siswa menggunakan
komputer secara rutin.
Aspek keberlanjutan menjadi hal yang
penting dalam kegiatan
penguatan literasi digital. Pelaksanaan pelatihan yang baru berlangsung selama dua
kali pertemuan
belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya peningkatan kemampuan siswa secara
menyeluruh. Kegiatan
tersebut lebih tepat dipandang sebagai tahap awal untuk mengenali kondisi kemampuan siswa sekaligus memberikan pengalaman dasar dalam menggunakan
teknologi. Penelitian yang dilakukan oleh (Maulana
et
al., 2025) penguatan keterampilan digital pada siswa
sekolah dasar umumnya dilakukan melalui tahapan pemberian materi,
demonstrasi, praktik, dan pendampingan secara bertahap.
Penguatan literasi digital siswa kelas
VI SDN 1 Donorojo perlu dilakukan secara
bertahap dan berkelanjutan. Pelatihan Microsoft Word bukan tujuan akhir, melainkan salah satu
bentuk pembekalan keterampilan komputer dasar yang dapat menjadi fondasi bagi siswa dalam memanfaatkan teknologi secara produktif. Keberlanjutan kegiatan melalui pembiasaan penggunaan teknologi dalam pembelajaran akan memberikan kesempatan yang
lebih besar kepada siswa
untuk mengembangkan keterampilan
digital sekaligus mempersiapkan diri
menghadapi tuntutan
pembelajaran pada jenjang pendidikan
berikutnya.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pelaksanaan dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa penguatan literasi digital siswa kelas VI SDN 1 Donorojo melalui pelatihan
komputer merupakan kegiatan yang
relevan untuk memberikan pengalaman awal dalam memanfaatkan
teknologi bagi kebutuhan
pembelajaran. Pelatihan
dilaksanakan
melalui
penjelasan, demonstrasi,
praktik langsung, dan pendampingan dengan materi utama penggunaan Microsoft Word. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih belum terbiasa menggunakan
Microsoft
Word dan memerlukan
pendampingan dalam
menjalankan
fungsi-fungsi dasar, seperti mengetik, mengatur teks, menggunakan fitur sederhana, serta membuat dan menyimpan dokumen. Terdapat pula perbedaan kemampuan antarsiswa berdasarkan pengalaman mereka
dalam menggunakan komputer.
Kegiatan yang dilakukan selama
dua kali pertemuan belum dapat digunakan untuk menyimpulkan adanya peningkatan
kemampuan literasi digital siswa secara menyeluruh. Namun, pelatihan telah memberikan kesempatan kepada siswa untuk
memperoleh pengalaman langsung dalam mengoperasikan komputer dan menggunakan Microsoft
Word untuk kebutuhan akademik. Oleh karena itu, penguatan literasi digital siswa
perlu dilaksanakan secara bertahap, berulang, dan berkelanjutan melalui praktik serta pendampingan yang sesuai dengan kemampuan siswa. Pembiasaan
penggunaan teknologi dalam kegiatan pembelajaran diharapkan dapat membantu siswa
mengembangkan keterampilan komputer dasar dan mempersiapkan
diri menghadapi tuntutan
pembelajaran pada jenjang pendidikan
berikutnya.

0 komentar:
Posting Komentar